Pusat Informasi
Panduan Komprehensif Pengajuan Cuti PNS dan PPPK
Dokumen ini menyajikan ringkasan praktis mengenai hak, kriteria, dan tata cara pengajuan cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pedoman ini disusun berdasarkan regulasi yang berlaku guna memberikan pemahaman yang jelas bagi seluruh pegawai dalam mengelola hak cuti mereka.
Perbandingan Hak Cuti PNS dan PPPK
Berikut adalah perbandingan jenis cuti yang dapat diajukan oleh PNS dan PPPK berdasarkan regulasi yang berlaku:
| Jenis Cuti | PNS | PPPK | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Cuti Tahunan | Ada | Ada | Hak dasar setelah masa kerja tertentu. |
| Cuti Sakit | Ada | Ada | Memerlukan surat keterangan dokter/layanan kesehatan. |
| Cuti Melahirkan | Ada | Ada | Untuk persalinan anak pertama hingga ketiga. |
| Cuti Alasan Penting | Ada | Ada* | Termasuk untuk keperluan haji/umroh. |
| Cuti Bersama | Ada | Ada | Sesuai ketetapan pemerintah. |
| Cuti Besar | Ada | Tidak Ada | Khusus untuk PNS dengan masa kerja tertentu. |
| Cuti di Luar Tanggungan Negara | Ada | Tidak Ada | PPPK tidak memiliki hak untuk jenis cuti ini. |
Catatan Penting: Perbedaan paling tegas terletak pada Cuti di Luar Tanggungan Negara dan Cuti Besar yang hanya menjadi hak PNS dan tidak berlaku bagi pegawai PPPK.